Jumat, Juni 19, 2009

PENGEMBANGAN BERFIKIR KREATIF

A. Pengertian Berfikir Kreatif
Menurut Coleman dan Hamman, berfikir kreatif adalah berfikir yang menghasilkan metode baru, konsep baru, pengertian baru, perencanaan baru, dan seni rupa.
Rowlinston menjelaskan, bahwa berfikir kreatif dinamakan berfikir difergen / lateral yaitu menghubungkan ide atau hal-hal yang sebelumnya tidak berhubungan.
Orang berfikir kreatif karena adanya keinginan yang kuat pada pribadinya untuk menghasilkan suatu kemajuan, akibat dari adanya dorongan untuk berprestasi yang tinggi serta adanya kesadaran akan pentingnya sesuatu yang baru tersebut.
B. Ciri Berfikir Kreatif
Menurut Denny dan Davis:
1. Fleksibel, artinya luwes, tidak kaku harus mau menerima ide orang lain.
2. Tidak konvensional, artinya tidak lugu / apa adanya.
3. Eksentrik (aneh), artinya mempunyai pola pikir yang berbeda dengan orang lain.
4. Bersemangat, artinya mempunyai antusias yang tinggi
5. Berpusat pada diri sendiri
6. Berdedikasi, artinya memiliki keteguhan yang tinggi
7. Intelegen, artinya memiliki pemilihan yang tinggi
C. Sifat Berfikir Kreatif
Berdasarkan analisis faktor, Builford menemukan lima sifat yang menjadi kemampuan berfikir kreatif:
1. Fluency (kelancaran)
Kemampuan untuk menghasilkan gagasan
2. Flexibilty (keluwesan)
Kemampuan untuk mengemukakan bermacam-macam pemecahan atau pendekatan
3. Originality (Keaslian)
Kemampuan untuk mencetuskan gagasan dengan cara-cara yang asli, tidak klise
4. Elaboration (Perumusan Kembali)
Kemampuan untuk menguraikan kemampuan secara terinci
5. Redefinition (Perumusan Kembali)
Kemampuan untuk meninjau suatu persoalan berdasarkan perspektif yang berbeda dengan apa yang sudah diketahui oleh banyak orang.
D. Tahap-tahap Berfikir Kreatif
Dalam berfikir kreatif, terdapat tahap-tahap yang dilalui, mulai dari persiapan sampai dengan di peroleh hasil pemikiran. Menurut Rowlinson, berfikir kreatif melewati tahapan sebagai berikut:
1. Tahap Persiapan
Tahap untuk memperoleh fakta tentang persoalan yang akan dipecahkan.
2. Tahap Usaha
Tahap dimana individu menerapkan cara berfikir divergen(menyebar). Pada tahap ini, diperlukan usaha yang sadar untuk memisahkan produksi ide dengan menunda lebih dahulu adanya penilaian terhadap ide-ide yang muncul
3. Tahap Inkubasi
Tahap dimana individu seakan-akan meninggalkan (melepaskan diri) dari persoalan dan memasukannya kedalam bawah sadar (mengeraminya), sedangkan kesadarannya memikirkan hal-hal yang lain.
4. Tahap Pengertian
Tahap diperolehnya insight atau yang bisa disebut aba crlibnis. Ciri khas pada tahap ini adalah adanya surat penerangan (iluminasi) yang mendadak menyadarkan orang akan ditemukanya jawaban.



5. Tahap Evaluasi
Pada tahap ini ide-ide yang dihasilkan diperiksa dengan teliti serta dengan kritis memisahkan ide-ide yang kurang berguna, tidak sesuai ataupun yang terlalu mahal biayanya bila dilaksanakan.
E. Identifikasi Kreatifitas
Berdasarkan penelitian, kreatifitas dapat diidentifikasikan menjadi tiga tipe:
1. Menciptakan
Proses membuat sesuatu yang tidak ada menjadi ada
2. Memodifikasi
Mencari cara untuk membentuk fungsi-fungsi baru atau menjadikan sesuatu yang berbeda.
3. Mengkombinasikan
Menggabungkan dua hal atau lebih yang sebelumnya tidak saling berhubungan.

Orang yang kreatif tidak takut dengan sempitnya lapangan kerja, karena orang yang kreatif dapat menciptakan lapangan kerja untuk dirinya sendiri maupun orang lain.

Oleh : Annisa Imathoh

Tidak ada komentar: