Jumat, Juni 19, 2009

ANTARA SMA, SMK DAN MA

A. Pendahuluan
Saat-saat ini, setelah selesai mengikuti UAN, para siswa disibukkan kegiatan mencari sekolah. Banyak sekali tawaran sekolah yang ada. Dari lembaga yang dikelola oleh negara hingga lembaga swasta dalam negeri maupun kerjasama swasta dalam negeri dan luar negeri. Semua menawakan paket sekolah yang menggiurkan, bahkan juga ada sekolah yang tidak begitu dikenal, kalau mau di grade katakanlah grade satu, dua atau tiga. Siswa tinggal memilih.
Secara umum, sekolah menengah di Indonesia diwadahi tiga lembaga yakni SMA (sekolah Menengah Atas), SMK (Sekolah Menengah Kejuruan) dan MA ( Madrasah Aliyah). SMA bertujuan diantara menyediakan dan menyiapkan siswa/i yang hendak melanjutkan studi ke jenjang yang lebih tinggi; akademi atau perguruan tinggi. Sedangkan SMK lebih ditujukan untuk menyediakan tenaga kerja tingkat menengah, dan MA, sebagaimana SMA bertujuan untuk mengantarkan siswa memasuki perguruan tinggi umum maupun perguruan tinggi Islam. Kenyataannya tidak semua lulusan SMA berkesempatan melanjutkan studi ke jenjang yang lebih tinggi karena berbagai alasan. Begitu pula dengan lulusan SMK dan MA. Bahkan dari mereka ada yang menjadi pengangguran.
Untuk lebih jelasnya dalam memberikan pandangan tentang ketiga sekolah tersebut akan dibahas di bawah ini:
B. Antara SMA , SMK , MA
a. SMA
Sekolah Menengah Atas (disingkat SMA), adalah jenjang pendidikan menengah pada pendidikan formal di Indonesia setelah lulus Sekolah Menengah Pertama (atau sederajat). Sekolah Menengah Atas ditempuh dalam waktu 3 tahun, mulai dari Kelas 10 sampai Kelas 12. Pada tahun ajaran 1994/1995 hingga 2003/2004, sekolah ini disebut Sekolah Menengah Umum (SMU).Pada tahun kedua (yakni Kelas 11), siswa SMA dapat memilih salah satu dari 3 jurusan yang ada, yaitu Sains, Sosial, dan Bahasa. Pada akhir tahun ketiga (yakni Kelas 12), siswa diwajibkan mengikuti Ujian Nasional (dahulu Ebtanas) yang mempengaruhi kelulusan siswa. Lulusan Sekolah Menengah Atas dapat melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi atau langsung bekerja.Pelajar Sekolah Menengah Atas umumnya berusia 15-18 tahun. SMA tidak termasuk program wajib belajar pemerintah - yakni Sekolah Dasar (atau sederajat) 6 tahun dan Sekolah Menengah Pertama (atau sederajat) 3 tahun - meskipun sejak tahun 2005 telah mulai diberlakukan program wajib belajar 12 tahun yang mengikut sertakan SMA di beberapa daerah, contohnya Kota Yogyakarta dan Kabupaten Bantul.
b. SMK
Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) adalah salah satu bentuk satuan pendidikan formal yang menyelenggarakan pendidikan kejuruan pada jenjang pendidikan menengah sebagai lanjutan dari SMP, MTs, atau bentuk lain yang sederajat atau lanjutan dari hasil belajar yang diakui sama/setara SMP/MTs.SMK lebih ditujukan untuk menyediakan tenaga kerja tingkat menengah, karena pada SMK siswa lebih banyak diberikan bekal ketrampilan untuk mengasah skill mereka. Pada SMK siswa telah dijuruskan mulai dari awal mereka mendaftar di sekolah tersebut.
c. MA.
Madrasah Aliyah (disingkat MA) adalah jenjang pendidikan menengah pada pendidikan formal di Indonesia, setara dengan Sekolah Menengah Atas, yang pengelolaannya dilakukan oleh Departemen Agama. Pendidikan Madrasah Aliyah ditempuh dalam waktu 3 tahun, mulai dari Kelas 10 sampai Kelas 12. Pada tahun kedua (yakni Kelas 11), seperti halnya siswa SMA, siswa MA memilih salah satu dari 4 jurusan yang ada, yaitu Ilmu Alam, Ilmu Sosial, Ilmu-ilmu Keagamaan Islam, dan Bahasa. Pada akhir tahun ketiga (yakni Kelas 12), siswa diwajibkan mengikuti Ujian Nasional (dahulu Ebtanas) yang mempengaruhi kelulusan siswa. Lulusan Madrasah Aliyah dapat melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi Umum atau Perguruan Tinggi Agama (Islam) atau langsung bekerja. MA sebagaimana SMA ada MA umum yang sering dinamakan MA dan MA kejuruan (di SMA disebut SMK) misalnya MAK (Madrasah Aliyah Keagamaan),dan MAPK (Madrasah Aliyah Program Ketrampilan). Kurikulum Madrasah Aliyah sama dengan kurikulum Sekolah Menengah Atas, hanya saja pada MA terdapat porsi lebih banyak muatan Pendidikan Agama Islam, yaitu Fiqih, akidah, akhlak, Al Quran, Hadits, Bahasa Arab dan Sejarah Islam (Sejarah Kebudayaan Islam). Pelajar Madrasah Aliyah umumnya berusia 16-18 tahun. SMA/MA tidak termasuk program wajib belajar pemerintah, sebagaimana siswa Sekolah Dasar (atau sederajat) 6 tahun dan Sekolah Menengah Pertama (atau sederajat) 3 tahun.


Sumber: Wikipedia. 2008. Antara SMA, MA dan SMK. http://id.wikipedia.org/wiki/
Diakses pada Senin 8 september 2008.

Oleh : Fridyansyah Isnain

CARA MENGENAL BAKAT

Pengertian Bakat
Bakat adalah kemampuan yang dibawa sejak lahir. Kemampuan itu jika diberi kesempatan untuk berkembang melalui belajar akan menjadi kecakapan yang nyata. Bakat yang tidak dikembangkan disebut bakat terpendam. Bakat akademis maupun non akademis dapat diketahui melalui rapor, kemampuan bidang ketrampilan, olahraga, seni dan pengalaman pribadi. Bakat merupakan suatu karakteristik unik individu yang membuatnya mampu melakukan suatu aktivitas dan tugas secara mudah dan sukses. Untuk mengetahui bakat dengan cara memadukan antara pengalaman dan test bakat

Cara mengenal bakat akademis dan non akademis
Bakat akademis adalah kemampuan yang dimiliki seseorang dalam bidang pelajaran dan seseorang dapat mengetahui bakat melalui nilai rapornya disekolah.
Bakat non akademis adalah kemapuan yang dimiliki seseorang dalam bidang olahraga, kemampuan bidang kesenian, dan ketrampialn lainnya. Hal ini dapat dilihat dari prestasi yang dimilikinya diluar sekolah maupun disekolah.

Cara mengenal bakat
 Melalui pengalaman: Ketika mencoba hal tertentu, ternyata mengalami banyak kemajuan.
 Mengikuti test bakat, yang sekarang tersedia beberapa test kemampuan / kecerdasan.
 Memadukan antara pengalaman dan test bakat, kadang hasilnya lebih meyakinkan.

Hal yang mempengaruhi bakat
 Pengaruh unsur genetik, khususnya yang berkaitan dengan fungsi otak bila dominan otak sebelah kiri , bakatnya sangat berhubungan dengan masalah verbal, intelektual, teratur, dan logis dan bila dominan dengan otak kanan berhubungan dengan masalah spasial, non verbal, estetik, artistik serta atletis
 Latihan: Bakat adalah sesuatu yang sudah dimiliki secara alamiah, yang mutlak memerlukan latihan untuk membangkitkan dan mengembangkannya.
 Struktur tubuh mempengaruhi bakat seseorang. Seorang yang bertubuh atletis akan memudahkannya menggeluti bidang olah raga atletik.
 Pengaruh unsur genetik, khususnya yang berkaitan dengan fungsi otak bila dominan otak sebelah kiri , bakatnya sangat berhubungan dengan masalah verbal, intelektual, teratur, dan logis dan bila dominan dengan otak kanan berhubungan dengan masalah spasial, non verbal, estetik, artistik serta atletis
 Latihan: Bakat adalah sesuatu yang sudah dimiliki secara alamiah, yang mutlak memerlukan latihan untuk membangkitkan dan mengembangkannya.
 Struktur tubuh mempengaruhi bakat seseorang. Seorang yang bertubuh atletis akan memudahkannya menggeluti bidang olah raga atletik.

Cara mengembangkan bakat
• Perlu keberanian : berani memulai, berani gagal, berani berkorban (perasaan, waktu, tenaga, pikiran, dsb), berani bertarung. Keberanian akan membuat kita melihat jalan keluar berhadapan dengan berbagai kendala
• Perlu didukung latihan : bakat perlu selalu diasah, latihan adalah kunci keberhasilan
• Perlu didukung lingkungan : lingkungan disini termasuk manusia, fasilitas, biaya, dan kondisi sosial yang turut berperan dalam usaha pengembangan bakat
• Perlu memahami hambatan dan mengatasinya : maksudnya disini perlu mengidentifikasi dengan baik kendala-kendala yang ada, kemudian dicari jalan keluar untuk mengatasinya

Sifat-sifat pengembangan bakat
Sifat yang dimiliki seseorang akan mempengaruhi perkembangan bakat. Sifat seseorang dapat diketahui melalui jenis kegiatan yang dilakukan dan hasil yang dicapai dan setiap individu memiliki sifat yang berbeda dalam mengembangkannya. Baik motivasi dari diri sendiri dan orang lain terdekatnya agar bakat yang dimiliki siswa tersebut dapat berkembang baik.

Oleh : Siska Damayanti

TIPS MEMILIH JURUSAN DI PERGURUAN TINGGI

M
au nerusin ke mana setelah SMU? Mungkin itu yang ada di benak kamu-kamu yang udah kelas tiga SMU. Pertanyaan klasik yang susah banget untuk menjawabnya. Gimana nggak susah, khan buanyak banget Perguruan Tinggi baik swasta ato negeri yang ada di Indonesia. Masak kamu akan menyeleksi semua perguruan tinggi tersebut satu persatu? lamak….sampek mata belekan kamu akan tambah bingung #@$&*???
Memilih jurusan kuliah bukan urusan yang mudah dan bukan persoalan yang sepele. Banyak faktor yang harus diperhitungkan dan dipikirkan masak-masak. Memilih secara tergesa-gesa tanpa memperhitungkan segala aspek akan berakibat fatal mulai dari kesadaran yang terlambat bahwa jurusa yang diambil tidak sesuai dengan kepribadian sampai pada drop out / DO atau dikeluarkannya seorang mahasiswa / mahasiswi karena dinyatakan tidak mampu mengikuti pendidikan yang diikutinya. Maka dari itu pemilihan jurusan sedini mungkin harus mulai dipertimbangkan. Salah pilih jurusan merupakan bencana dan kerugian yang besar bagi anda di masa depan.

1. MINAT
Faktor utama yang harus kamu ketahui adalah minat kamu sendiri. Kalo kamu udah tau minat kamu ke program studi apa, akan semakin memudahkan kamu memilih perguruan tinggi dan yang lebih penting kamu akan mudah dan terpacu untuk menyelesaikan studimu.

2. INFORMASI YANG SEMPURNA
Carilah informasi yang banyak sebagai bahan pertimbangan anda untuk memilih jurusan. Cari dan gali informasi dari banyak sumber seperti orang tua, saudara, guru, teman, bimbel, tetangga, konsultan pendidikan, kakak kelas, teman mahasiswa, profesional, dan lain sebagainya. Jangan mudah terpengaruh dengan orang lain yang kurang menguasai informasi atau ikut-ikutan teman / trend. Internet juga merupakan media yang tepat dan bebas untuk bertanya kepada orang-orang di dalamnya tentang apa yang ingin kita ketahui. Cari situs forum atau chating melalui messenger dengan orang yang dapat dipercaya. Semua informasi yang didapat dirangkum dan dijadikan bahan untuk membantu memilih jurusan.

3. BIAYA
Seringkali universitas yang kita inginkan nggak sesuai dengan keadaan keuangan ortu kita. Kuliah di Perguruan Tinggi emang banyak komponen biayanya seperti misalnya uang pendaftaran, uang gedung, spp, uang praktikum, de-el-el. Yang lebih nggak bisa diperkirakan adalah biaya mendadak seperti fotokopi, beli buku, ataupun transportasi. Belum lagi kalo kita musti kos karena tempat kuliah yang jauh dari rumah. Jadi, supaya amannya, pada saat kamu akan melakukan pendaftaran, tanyakan secara detail biaya apa saja yang harus kamu tanggung selama kuliah. Perhitungkan juga biaya lain-lain yang akan kamu tanggung saat menjadi mahasiswa. Diskusikan masalah tersebut bersama ortu agar ortu nggak kalang kabut nyariin biaya setelah kamu kuliah di tempat tersebut.

4. PROSPEK
Saat ini banyak banget program studi yang ditawarkan baik oleh PTN maupun PTS, tentu tidak semuanya menjanjikan prospek pekerjaan yang cerah di masa mendatang. Manakah yang akan kamu pilih, program studi yang selalu menjadi favorit, tapi pada akhirnya banyak lulusannya yang menganggurataukah program studi yang tidak termasuk kategori favorit,
tapi begitu lulus langsung dapet kerja (biasanya karena lulusannya yang langka sedangkan dunia kerja masih sangat terbuka)?? Kamu harus dapat memprediksi prospek bidang studi yang anda pilih dalam memasuki lapangan pekerjaan sesudah lulus nanti. Bertanyalah kepada orang tua, guru, teman, konsultan, atau siapapun. Jangan pertaruhkan masa depanmu.

5. REPUTASI
Apakah kamu memilih perguruan tinggi karena perguruan tinggi tersebut terkenal saja? Wah…itu salah. Ada bebepa faktor yang harus kamu pertimbangkan jika kamu ingin memilih perguruan tinggi tersebut, misalkan bagaimana fasilitas belajar-mengajarnya, kualitas lulusannya, dan bagaimana reputasi perguruan tinggi tersebut di kalangan pendidik.

6. STATUS AKREDITASI
Kalo tahun-tahun sebelumnya kamu kenal dengan status disamakan, diakui ataupun terdaftar, sekarang ini ada yang dinamakan dengan status akreditasi. Status inilah yang saat ini menjadi salah satu faktor utama yang digunakan oleh PTS untuk mengiklankan dirinya. Status ini diberikan untuk program studi yang diselenggaran dan bukan pada keseluruhan jurusan/program studi pada suatu perguruan tinggi. Status akreditasi ini menentukan kemandirian suatu program studi dalam melaksanakan proses belajar mengajar.

7. MASA DEPAN KARIR DAN PEKERJAAN
Lihatlah ke depan setelah anda lulus nanti. Apakah jurusan yang anda ambil nanti dapat mengantar anda untuk mendapatkan pekerjaan dan karir yang baik? Banyak jurusan-jurusan yang saat ini lulusannya menganggur tidak bekerja. Tidak hanya orang dari jurusan tertentu saja yang dapat bekerja pada suatu profesi, karena saat ini rekrutmen perusahaan dalam mencari tenaga kerja tidak melihat seseorang dari latar belakang pendidikan saja, namun juga pengalaman. Tetapi jika kompetensi, keberanian dan kemampuan anda jauh dari orang-orang normal, maka jurusan apapun yang anda ambil sah-sah saja.Biarkanlah hati dan akal sehat anda bicara tanpa adanya campur tangan dari orang lain. Konsultasikan dengan orang tua dan orang lain yang anda percayai. Pemilihan jurusan kuliah sangat menentukan masa depan anda. Selamat berjuang.

Sumber: organisasi.org

Oleh : Riska Setyaningrum

INFORMASI TENTANG PERGURUAN TINGGI

Anda bingung setelah lulus dari SMA akan melanjutkan perguruan tinggi dimana, mungkin sekian banyaknya perguruan tinggi di Indonesia, tentu saja tidak semuanya memenuhi kriteria minat, biaya, dan prospek yang sudah Anda tentukan. Coret perguruan tinggi yang tidak memiliki program studi sesuai minat Anda. Singkirkan perguruan tinggi yang biaya kuliahnya terlalu mahal bagi Anda, atau terlalu jauh dari tempat tinggal Anda sehingga biaya untuk kuliah disana akan terlalu tinggi.
Dibawah ini ada beberapa tips yang mungkin bisa membantu Anda untuk dapat memilih perguruan tinggi :
1. Minat
Faktor utama yang harus kamu ketahui adalah minat kamu sendiri. Kalau kamu sudah tahu minat kamu ke program studi apa, akan semakin memudahkan kamu memilih perguruan tinggi dan yang lebih penting kamu akan mudah dan terpacu untuk menyelesaikan studimu.
2. Biaya
Seringkali universitas yang kita inginkan tidak sesuai dengan keadaan
keuangan orang tua kita. Kuliah di Perguruan Tinggi memang banyak komponen
biayanya seperti misalnya uang pendaftaran, uang gedung, spp, uang
praktikum, dan yang lainnya. Yang lebih tidak bisa diperkirakan adalah biaya
mendadak seperti fotokopi, beli buku, ataupun transportasi. Belum lagi
kalau kita mesti kos karena tempat kuliah yang jauh dari rumah. Jadi,
supaya amannya, pada saat kamu akan melakukan pendaftaran, tanyakan
secara detail biaya apa saja yang harus kamu tanggung selama kuliah.
Perhitungkan juga biaya lain-lain yang akan kamu tanggung saat menjadi
mahasiswa. Diskusikan masalah tersebut bersama ortu agar ortu nggak
kalang kabut mencarikan biaya setelah kamu kuliah di tempat tersebut.
3. Prospek
Saat ini banyak sekali program studi yang ditawarkan baik oleh PTN
maupun PTS, tentu tidak semuanya menjanjikan prospek pekerjaan yang
cerah di masa mendatang. Manakah yang akan kamu pilih, program studi
yang selalu menjadi favorit, tapi pada akhirnya banyak lulusannya yang
menganggurataukah program studi yang tidak termasuk kategori favorit,
tapi begitu lulus langsung dapet kerja (biasanya karena lulusannya yg
langka sedangkan dunia kerja masih sangat terbuka)?? Kamu harus dapat
memprediksi prospek bidang studi yang anda pilih dalam memasuki
lapangan pekerjaan sesudah lulus nanti. Bertanyalah kepada orang tua,
guru, teman, konsultan, atau siapapun. Jangan pertaruhkan masa depanmu.
4. Reputasi
Apakah kamu memilih perguruan tinggi karena perguruan tinggi tersebut
terkenal saja? Wah itu salah. Ada beberapa faktor yang harus kamu
pertimbangkan jika kamu ingin memilih perguruan tinggi tersebut,
misalkan bagaimana fasilitas belajar-mengajarnya, kualitas lulusannya,
dan bagaimana reputasi perguruan tinggi tersebut di kalangan pendidik.
5. StatusAkreditasi
Kalau tahun-tahun sebelumnya kamu kenal dengan status disamakan, diakui ataupun terdaftar, sekarang ini ada yang dinamakan dengan status
akreditasi. Status inilah yang saat ini menjadi salah satu faktor utama
yang digunakan oleh PT untuk mengiklankan dirinya. Status ini
diberikan untuk program studi yang diselenggarakan dan bukan pada
keseluruhan jurusan/program studi pada suatu perguruan tinggi. Status
akreditasi ini menentukan kemandirian suatu program studi dalam
melaksanakan proses belajar mengaja
6. Jalur dan Jenjang Pendidikan
Saat ini banyak sekali program pendidikan dengan berbagai jangka waktu
tempuh pendidikan. Untuk itu kamu bisa memilih berapa lama akan
menghabiskan waktu yang tentunya disesuaikan dengan kemampuan kamu..Tapi ingat, kamu juga harus bisa membedakan antara jalur diploma yang
diselenggarakan oleh suatu perguruan tinggi dan jalur diploma yang
diselenggarakan oleh lembaga kursus. Biasanya lembaga kursus akan
menjaring siswanya dengan mengiming-imingi kata-kata ''setara'' diploma
1, diploma 2 atau diploma 3. Pada kenyataannya sertivikat yang akan
kita terima tidak dapita gunakan untuk transfer/alih pendidikan di
perguruan tinggi lain. Hal ini karena sertivikat yang dikeluarkan oleh
lembaga kursus hingga saat ini belum diakui untuk dapat disetarakan dengan diploma di perguruan tinggi.
7. Fasilitas Pendidikan
Hati-hatilah dengan tampilan fisik. Himbauan ini tidak hanya berlaku
kalau kita memilih teman, tetapi berlaku juga jika kita akan memilih
suatu perguruan tinggi. Gedung megah dan ber-AC saja tidak cukup untuk menjamin berlangsungnya proses belajar mengajar yang baik. Fasilitas utama yang harus kami ketahui dalam suatu perguruan tinggi adalah seberapa baik dan bagusnya fasilitas seperti laboratorium ( komputer, akuntansi, bahasa dan lain-lain ), studio dan perpustakaan yang dimiliki.
Oleh : Rizka Salisa

MEMILIH SEKOLAH YANG TEPAT

A. Manfaat Sekolah
Sebagaimana diungkapkan sebelumnya, masa remaja adalah masa yang sangat penting bagi perkembangan pada masa-masa selanjutnya, karena masa remaja menjadi dasar bagi berhasil atau tidaknya seseorang menjalani kenyataan hidup pada perkembangan selanjutnya. Pada masa ini remaja berusaha untuk menentukan jati diri, mencapai kemandirian emosional, kematangan hubungan social, dan mempersiapkan diri meniti karier.
Terkait dengan persiapan meniti karier, sebentar lagi kita akan menyelesaikan pendidikan di SMP. Lalu akan melanjutkan kemanakah kita?
Tentu saja kita harus tetap melangkah maju karena sekolah sangat bermanfaat bagi kita. Menurut John W. Santrok, sekolah memegang peranan sangat penting bagi perkembangan intelektual, keterampilan social dan menunjang dunia kejuruan yang ingin kita masuki. Selain mengembangkan kapasitas intelektual, social dan kejuruan sekolah juga memberikan pengaruh cukup besar bagi perkembangan remaja. Misalnya disekolah kita bisa mendapatkan pengetahuan yang benar dan tepat tentang perubahan fisik dan psikologi yang terjadi ketika siswa memasuki masa puber dan bagaimana menyikapinya. Pengetahuan tersebut dapat membantu siswa untuk mencapai salah satu tugas perkembangan remaja, yaitu menerima perubahan keadaan fisik dan menggunakannya secara efektif.
B. Memilih Sekolah Yang Tepat
Mengingat pentingnya peran sekolah bagi perkembangan kepribadian, intelektual, social dan karir kita, maka kita harus memilih sekolah yang tepat dan sesuai dengan cita-cita kita. Saat ini memeng ada banyak skolah yang tersebar di berbagai wilayah, tapi tidak semuasekolah tergolong sekolah yang baik yang menunjang perkembangan diri kita.
Menurut John W. Santrok, sekolah ynag baik bagi remaja adalah sekolah yang memperhatikan dengan serius perbedaan dalam perkembangan individu, menunjukkan perhatian yang mendalam terhadap kondisi remaja.
Kritera ini dapat kita lihat dengan memahami Sekolah Lanjutan Tingkat Atasbaik berdasarkan jenjang, jenis, macam maupun prestasinya. Berdasarkan jenjang pendidikan sLTA/SMP merupakan jenjang tertinggi pendidikan dasar disamping TK dan SD. Setelah SMP jenjang berikut dan Perguruan Tinggi yang merupakan pendidikan menengah tinggi. Berdasar jenis, SLTA terbagi menjadi dua yaitu SMA dan SMK. SMA hanya satu jenis sedangkan SMK masih terbagi menjadi 9 kelompok yaitu
1. Kelompok teknologi industry
2. Kelompok bisnis dan management
3. Kelompok seni dan kerajinan
4. Kelompok pariwisata
5. Kelompok kesenian
6. Kelompok olahraga
7. Kelompok agma
8. Kelompok kesehatan dan obat-obatan
9. Kelompok kesejahteraan masyarakat.
Menurut tim MGP & kelompok Kerja Pengembangan Kurikulum Sanggar Bimbingan konseling SMP DKI Jakartaada 3 jalur yang dapat ditempuh setelah menamatkan SMP, yaitu
1. Jalur Satu
Setelah lulus SMP siswa melanjutkan ke SMA lalu ke Perguruan Tinggi. Mengapa? Karena 90 % pengetahuan yang diberikan di SMA memeng dipersiapkan untuk melanjutkan ke Perguruan Tinggi. Setelah lulus dari Perguruan Tinggi barulah bekerja dan mengembangkan karir. Agar jalur ini benar-benar berhasil maka harus dipersiapkan secara sungguh-sungguh segala kondisi seperti hasil belajar, bakat, minat, fisik serta social ekonomi.


2. Jalur Dua
Setelah lulus SMP siswa melanjutkan ke SMK sesuai bakat dan kemampuan. Kurikulum pendidikan kejuruan yang ditetapkan SMK memeng dipersiapkan untuk memesuki dunia kerja. Dari seluruh pengetahuan yang diberika 60% diantaranya disampaikan dalam bentuk praktik dan 40% dalam bentuk teori. Oleh karena itu setelah tamat SMK seorang telah memiliki persiapan untuk kerja sesuai dengan keterampilan yang diperolehnya disekolah, namun setelah tamat SMk jugabisa melanjutkan ke Perguruan tinggi ssesuai dengan bidang yang ditekuni.
3. Jalur Tiga
Setelah lulus SMP langsung bekerja. Dalam bekerja itulah seseorang belajar sambil mengembangkan kita karir. Jadi kalau kita tidak melanjutkan keperguruan tinggi, kita tidak perlu kecewa karena kita dapat mengikuti kursus keterampilan sesuai minat dan bakat kita.
Setelah kita mengetahui dan memahami hal-hal tersebut, kita harus memulai merencanakan studi lanjutan yang merupakan bagian dari tugas dan tanggung jawab setiap siswa yang tidak dapat dipisahkan dari kehidupan sehari-hari.

Oleh : Nendard Giri Putro

PENINGKATAN KECERDASAN INTERPERSONAL

Menurut Chaplin (2000:257) kecerdasan interpersonal dapat diartikan sebagai segala sesuatu yang berlangsung antar dua pribadi, mencirikan proses-proses yang timbul sebagai suatu hasil dari interaksi individu dengan individu lainnya. Kecerdasan interpersonal menunjukkan kemampuan seseorang untuk peka terhadap perasaan orang lain. Mereka cenderung untuk memahami dan berinteraksi dengan orang lain sehingga mudah bersosialisasi dengan lingkungan di sekelilingnya. Kecerdasan semacam ini juga sering disebut sebagai kecerdasan sosial, selain kemampuan menjalin persahabatan yang akrab dengan teman, juga mencakup kemampuan seperti memimpin, mengorganisir, menangani perselisihan antarteman, memperoleh simpati dari peserta didik yang lain, dan sebagainya.
Menurut Gardner dalam Firman (2005:1) Orang yang mempunyai kecerdasan interpersonal akan memiliki suatu kemampuan untuk memahami perasaan, motivasi, tabiat dan hasrat dari orang lain. Mereka yang mempunyai kecerdasan interpersonal mampu bekerja sama dalam organisasi serta berkomunikasi secara secara lisan ataupun nonlisan sama baiknya dengan orang lain. Pada tahap yang mudah, kecerdasan ini termasuk kemampuan seorang anak-anak mengenal dan sensitive pada mood dari orang dewasa di sekitarnya.
Orang yang memiliki kecerdasan interpersonal yang rendah dapat memunculkan konflik interpersonal. Hal ini ditegaskan oleh Sullivan (Chaplin, 2000:257) bahwa penyakit mental dan perkembangan kepribadian terutama sekali lebih banyak ditentukan oleh interaksi interpersonalnya daripada oleh faktor-faktor konstitusionalnya.
Bhurmester (1988:992) mengemukakan 5 aspek kompetensi interpersonal yaitu a) kemampuan untuk berinisiatif dalam memulai suatu hubungan interpersonal b) kemampuan untuk membuka diri (self disclosure) c) kemampuan untuk bersikap asertif d) kemampuan untuk memberikan dukungan emosional (emotional support) kepada individu lain dan e) kemampuan mengelola dan mengatasi konflik. Berikut penjelasan dari kelima aspek tersebut :
A. Kemampuan untuk Berinisiatif
Bee dalam Danardono (1997:10) mengatakan bahwa inisiatif adalah kemampuan untuk memulai suatu bentuk kegiatan tertentu. Sedangkan menurut Buhrmester (1988:993) inisiatif dalam konteks sosial adalah usaha untuk memulai suatu bentuk interaksi dan hubungan dengan orang lain atau dengan lingkungan sosial yang lebih besar. Masih menurut Buhrmester (1988:994) bentuk perilaku yang mencerminkan adanya kemampuan berinisiatif adalah :
(1) Meminta atau mengusulkan pada kenalan baru untuk melakukan aktivitas bersama, misalnya belajar bersama atau pergi bersama
(2) Menawarkan sesuatu pada kenalan baru yang terlihat menarik dan atraktif
(3) Melanjutkan percakapan dengan kenalan baru
(4) Menjadi individu yang menarik dan menyenangkan ketika berkenalan dengan orang lain
(5) Mengenalkan diri pada orang yang ingin kita kenal
Jadi kemampuan berinisiatif yaitu kemampuan untuk memulai suatu
Bentuk interaksi dan hubungan dengan orang lain dengan cara meminta atau mengusulkan pada kenalan baru untuk melakukan aktivitas bersama, menawarkan sesuatu pada kenalan baru yang terlihat menarik dan atraktif, dan menjadi individu yang menarik dan menyenangkan ketika berkenalan dengan orang lain.
B. Kemampuan untuk Bersikap Terbuka (Self Disclosure)
Buhrmester (1988:994) mengungkapkan contoh bentuk tingkah laku yang menggambarkan adanya kemampuan untuk bersikap terbuka adalah :
(1) Mengemukakan hal-hal yang bersifat pribadi ketika berbincang-bincang dengan orang yang baru kita kenal
(2) Mengatakan pada sahabat kita hal-hal yang membuat kita merasa malu
(3) Mempercayai seorang kenalan baru dan membiarkannya mengetahui bagian diri kita yang paling sensitif
(4) Memberikan kesempatan pada teman baru untuk mengenal diri kita yang sebenarnya
(5) Melepaskan pertahanan diri kita untuk mempercayai seorang sahabat
(6) Mengungkapkan secara terbuka kepada sahabat bahwa kita menghargai dan menyayanginya




Jadi kemampuan untuk bersikap terbuka yaitu kemampuan untuk terbuka kepada orang lain, menyampaikan informasi yang bersifat pribadi mengenai dirinya sendiri dan memberikan perhatian kepada orang lain sebagai bentuk penghargaan yang akan memperluas kesempatan terjadinya sharing
C. Kemampuan untuk Bersikap Asertif
Danardono (1997:14) menjelaskan kemampuan bersikap asertif adalah kemampuan untuk mempertahankan hak-hak pribadi secara tegas, mengemukakan gagasan, perasaan dan keyakinan secara lugas, jujur, jelas dan dengan cara yang sesuai. Sedangkan menurut Perlman dan Cosby dalam Danardono (1997:14) asertivitas adalah kemampuan dan kesediaan seseorang untuk mengungkapkan perasaan-perasaannya secara jelas dan mempertahankan hak-haknya secara tegas. Jadi kemampuan bersikap asertif yaitu kemampuan untuk mempertahankan hak-hak pribadi secara lugas, jujur, jelas dan dengan cara yang sesuai.
D. Kemampuan untuk Memberikan Dukungan Emosional
Menurut Shepard & Voss dalam Danardono (1997:14) kemampuan untuk memberikan dukungan secara emosional merupakan kemampuan untuk memberikan afeksi. Afeksi merupakan suatu bentuk emosi. Salah satu bentuk ekspresi afektif adalah empati.
Hoffman dalam Mu’tadin (2002) mengungkapkan bahwa empati merupakan kemampuan untuk memahami orang lain dan berusaha menolong orang lain. Dapat disimpulkan bahwa wujud dari dukungan emosional adalah dengan empati yaitu suatu sikap untuk memahami orang lain dan berusaha menolong orang lain. Jadi kemampuan untuk memberikan dukungan emosional yaitu kemampuan untuk memberikan empati dan kemampuan untuk menenangkan serta memberikan rasa nyaman bagi orang lain.
E. Kemampuan dalam Mengatasi Konflik Interpersonal
Konflik senantiasa muncul dalam kehidupan manusia karena berbagai sebab. Oleh sebab itu dperlukan kemampuan untuk mengatasi konflik. Menurut Grasha dalam Danardono (1997:15) kemampuan mengatasi konflik meliputi sikap-sikap untuk menyusun suatu penyelesaian masalah, mempertimbangkan kembali penilaian atas suatu masalah dan mengembangkan konsep harga diri yang baru.Menurut Buhrmester (1988:995) kemampuan mengatasi konflik yang muncul dalam hubungan interpersonal adalah suatu upaya agar konflik yang muncul tidak semakin memanas. Jadi kemampuan dalam mengatasi konflik individu yaitu upaya agar konflik yang muncul tidak semakin memanas.


DAFTAR PUSTAKA

Chaplin, J.P. (2000). Kamus Lengkap Psikologi (terjemahan.Kartono, K) Jakarta: Pt Raja Grafindo Persada.Firman (2005:1)

Buhrmester, D. (1988). Fife Domains of Interpersonal Competence in Peer Relationship. Journal Of Personality and Social Psychology vol.55, No.6 hlm 991-1008.

Danardono,W. (1997). Kompetensi Kecerdasan Intepersonal Mahasiswa Ditinjau Dari Status Keiukutsertaan Pada Kegiatan Pecinta Alam.Skripsi (tidak diterbitkan) Fakultas Psikologi UGM :Yogyakarta.

Mu’tadin, Z.(2002). .Mengembangkan Keterampilan sosial. [Online].Tersedia :http//www.psikologiums.net/modules.Akses Juni 2008.


Oleh : Neli Astuti

PERENCANAAN KARIR

Perencanaan karir, sama halnya dengan perencanaan yang lain, akan memberikan arah/orientasi terhadap apa yang akan kita lakukan di masa depan terkait dengan apa yang akan kita lakukan sebagai sumber penghasilan kita. Perencanaan karir memungkinkan bagi kita untuk mengambil langkah-langkah strategis dan taktis dalam aktivitas keseharian kita, sehingga kita lebih terfokus untuk menuju hal yang memang kita ingin lakukan, tidak hanya sekedar mengikuti arus dan tren yang berkembang saja. Perencanaan karir akan membuat berusaha untuk mengelaborasi lebih jauh mengenai diri kita, terutama mengenai kelebihan-kelebihan kita, hal-hal yang kita sukai dan nilai-nilai yang kita yakini dalam diri kita atau bahkan kekurangan diri dan hal-hal yang tidak bisa kitalakukan.
Sangat mungkin terjadi pada kita, bila tidak memiliki perencanaan karir yang matang, tidak akan pernah memiliki orientasi yang jelas terhadap apa yang akan menjadi sumber penghasilan kehiduoan kita. Pikiran, tenaga dan aktivitas kita pun tidak akan terfokus pada hal yang benar-benar kita inginkan, melainkan lebih kepada apa yang sedang menjadi tren.
Perencanaan karir membuat kita dapat melihat secara lebih jelas lagi mengenai sumber penghasilan bagi kebutuhan hidup kita. Karir berbeda dengan perkerjaan, karir bisa berupa pekerjaan tetapi pekerjaan belum tentu sebuah karir. Begini ceritanya, dalam kamus Poerwadarminta makna karir sebenarnya adalah ”kemajuan dalam kehidupan; perkembangan dan kemajuan dalam pekerjaan, jabatan, dan sebagainya”. Sementara pekerjaan dimaknai sebagai ”kegiatan-kegiatan untuk mencari nafkah”. Jadi, ”karir” adalah pekerjaan juga, tetapi bukan sembarang pekerjaan. Suatu pekerjaan yang dilakukan untuk mencari nafkah disebut sebagai ”karir” hanya apabila ia memberikan peluang untuk maju dan berkembang.
Perencanaan karir adalah sebuah aktivitas yang dilakukan secara terarah dan terfokus dengan berdasarkan pada potensi (minat/bakat/kemampuan/keyakinan/nilai-nilai) yang kita miliki untuk mendapatkan sumber penghasilan yang memungkinkan kita untuk maju dan berkembang baik secara kualitas (hidup) maupun kuantitas (gaji/jabatan dan tanggung jawab yang kita dapatkan).

Secara global perencanan karir itu terdiri dari 8 langkah, yaitu :
1. Mengembangkan rencana karir. Pikirkanlah mengenai apa yang akan kita lakukan dan langkah-langkah strategis apa yang dibutuhkan untuk melakukan hal-hal yang kita inginkan.
2. Tinjaulah kemampuan serta minat yang kita miliki. Pikirkan secara serius dan mendalam hal-hal yang kita sukai, mampu kita kerjakan dengan baik, kepribadian yang kita miliki serta nilai-nilai yang kita yakini kebenarannya.
3. Cobalah mencari tahu jenis-jenis karir/pekerjaan yang mendekati dengan diri kita, ya itu tadi, kemampuan serta minat yang kita miliki, latar belakang pendidikan kita, gaji yang kita harapkan, kondisi kerja yang kita inginkan serta hal-hal lain yang akan memberikan kejelasan arah dan fokus karir/pekerjaan kita.
4. Selanjutnya, bandingkanlah keterampilan dan minat yang kita miliki dengan jenis karir/pekerjaan yang telah kita pilih. Jadi, karir/pekerjaan yang paling sesuai dan dekat dengan diri kita sangat mungkin menjadi karir/pekerjaan bagi kita.
5. Kembangkanlah tujuan karir/ pekerjaan yang kita pilih. Hal ini akan menjadi panduan yang sangat penting bagi kita untuk menyusun langkah-langkah taktis selanjutnya.
6. Ikutilah pendidikan atau pelatihan yang mendekatkan kita dengan tujuan karir/perkerjaan yang telah kita buat.
7. Hal penting yang tidak boleh dilewatkan adalah masalah keuangan. Kita mungkin akan berpikir mengenai sumber-sumber dan besarnya uang yang kita butuhkan untuk mewujudkan karir kita.
8. Cobalah minta nasehat dari beberapa sumber yang anda yakini dapat membantu anda memberikan penjelasan dan arahan megenai karir/pekerjaan pilihan anda.
Gimana, kebayang kan perjalanan perencanaan karir kita? So...? Kalau kita yakin bahwa perencanaan karir kita ini lebih banyak manfaatnya daripada mudharatnya, do it now! Memang, orang yang memiliki perencanaan karir belum dapat dipastikan akan memperoleh apa yang dia inginkan, tapi sudah dapat dipastikan bahwa orang yang tidak memiliki perencanaan karir tidak akan mendapatkan apa-apa.

Oleh : Bangkit Lingga M